Rabu 15/4/2026, Direktur PT RAM, Moch. Hadi Perwira, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam sebuah acara edukasi keselamatan kebakaran di Stasiun Bekasi Timur Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara penanganan awal saat terjadi kebakaran serta penggunaan APAR yang benar dan efektif.
Dalam sambutannya, Hadi Perwira menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar. Ia menyampaikan bahwa pengetahuan dasar mengenai penggunaan APAR dapat menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
Acara sosialisasi ini juga diisi dengan sesi pelatihan praktis bagi peserta, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam menggunakan alat pemadam kebakaran. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin siap, tanggap, dan mampu melakukan tindakan cepat dalam situasi darurat kebakaran.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Sumpono Brama, memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diselenggarakan di wilayah Bekasi Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, panitia penyelenggara, serta peserta yang antusias mengikuti rangkaian pelatihan keselamatan kebakaran.
Dalam sambutannya, Sumpono Brama menyampaikan pentingnya edukasi dan pemahaman masyarakat terhadap bahaya kebakaran serta cara penanganan awal yang tepat. Ia menegaskan bahwa kebakaran sering kali terjadi akibat kelalaian kecil yang dapat berdampak besar apabila tidak segera ditangani dengan benar.
Menurutnya, keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menjadi salah satu langkah awal yang sangat penting dalam upaya penanggulangan kebakaran sebelum api membesar. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui jenis-jenis APAR, fungsi, serta cara penggunaannya secara benar dan aman.
Sumpono Brama juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini karena dinilai dapat meningkatkan kesadaran, kesiapsiagaan, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan sekitar. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan kebakaran sejak dini.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan masyarakat Bekasi Timur dapat memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menggunakan APAR, sehingga mampu melakukan tindakan cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat kebakaran.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penanggulangan kebakaran, pelatih keselamatan Ferdi memberikan materi dan demonstrasi langsung mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada para peserta sosialisasi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pelatihan keselamatan yang bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.
Pada sesi pemaparan materi, Ferdi menjelaskan secara rinci mengenai berbagai jenis APAR yang umum digunakan di lingkungan kerja maupun fasilitas umum. Ia menerangkan bahwa setiap jenis APAR memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan sumber kebakaran yang terjadi. Beberapa jenis APAR yang diperkenalkan antara lain APAR jenis powder, foam, dan karbon dioksida (CO₂) yang masing-masing digunakan untuk memadamkan kebakaran akibat bahan padat, cairan mudah terbakar, maupun peralatan listrik.
Selain memperkenalkan jenis-jenis APAR, Ferdi juga menjelaskan komponen utama pada tabung APAR, seperti pin pengaman, tuas penekan, selang penyemprot, serta indikator tekanan yang berfungsi memastikan alat masih dalam kondisi siap digunakan. Penjelasan ini diberikan agar peserta memahami fungsi setiap bagian sehingga tidak mengalami kesulitan ketika harus mengoperasikan alat tersebut dalam kondisi darurat.
Setelah penyampaian materi, Ferdi kemudian melakukan demonstrasi langsung cara penggunaan APAR yang benar dan efektif. Ia mempraktikkan langkah-langkah penggunaan dimulai dari mengambil tabung APAR, membuka atau menarik pin pengaman, mengarahkan selang ke sumber api, kemudian menekan tuas secara perlahan untuk mengeluarkan media pemadam. Dalam demonstrasinya, Ferdi juga menekankan pentingnya mengarah ke titik sumber api dan menyemprotkan secara menyapu dari sisi ke sisi agar api dapat dipadamkan dengan cepat dan efektif.
Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses penyemprotan APAR sehingga dapat memahami bagaimana tekanan dalam tabung bekerja untuk mengeluarkan bahan pemadam. Ferdi menekankan bahwa penggunaan APAR harus dilakukan dengan tenang, tepat sasaran, dan tetap memperhatikan jarak aman agar proses pemadaman dapat berjalan maksimal tanpa membahayakan pengguna.
Melalui sesi pelatihan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mengetahui teori mengenai alat pemadam kebakaran, tetapi juga memiliki keterampilan dasar dalam menggunakan APAR secara benar. Dengan pemahaman yang baik mengenai jenis alat, cara membuka pengaman, serta teknik penyemprotan yang efektif, masyarakat diharapkan dapat melakukan tindakan awal yang cepat untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

Setelah mendapatkan penjelasan teori mengenai jenis dan cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), para peserta kemudian diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung pemadaman api. Dalam sesi ini, peserta mencoba menggunakan APAR sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para instruktur sebelumnya.
Salah satu peserta, Pak Benny, terlihat mencoba langsung mempraktikkan teknik penggunaan APAR dengan didampingi oleh pelatih. Dengan memegang tabung pemadam, Pak Benny mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan sebelumnya, mulai dari menarik pin pengaman, mengarahkan selang ke sumber api, hingga menekan tuas untuk menyemprotkan bahan pemadam ke arah titik api.
Dalam praktik tersebut, api yang sengaja dinyalakan di dalam wadah menjadi media simulasi bagi peserta untuk melatih ketepatan dan keberanian dalam melakukan pemadaman. Pak Benny tampak fokus mengarahkan semprotan APAR ke bagian dasar api sambil menyapu secara perlahan agar api dapat dipadamkan dengan efektif.
Para peserta lainnya juga menyaksikan dan belajar dari praktik tersebut, sehingga mereka dapat memahami secara langsung bagaimana teknik penggunaan APAR yang benar di situasi nyata. Kegiatan praktik ini menjadi bagian penting dalam pelatihan, karena memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat untuk menghadapi dan menangani potensi kebakaran secara cepat dan tepat.
Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan keterampilan dasar dalam menggunakan APAR saat menghadapi keadaan darurat kebakaran di lingkungan sekitar.
Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ini, diharapkan masyarakat dan para peserta dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah penanganan awal saat terjadi kebakaran. Pengetahuan mengenai jenis APAR, cara penggunaan yang benar, serta praktik langsung di lapangan menjadi bekal penting agar setiap individu mampu bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan pencegahan kebakaran di lingkungan sekitar. Dengan adanya edukasi dan pelatihan seperti ini, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu atau panik ketika menghadapi potensi kebakaran, melainkan mampu mengambil tindakan awal yang efektif sebelum bantuan lebih lanjut datang.
Melalui kolaborasi antara penyelenggara, instruktur, dan seluruh peserta, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya keselamatan, kewaspadaan, serta kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya penggunaan APAR sebagai langkah awal dalam menjaga keselamatan bersama.
